

Perhelatan Besar kaum Thoriqoh baru saja usai digelar di PP Al Munawwariyyah Desa Sudimoro Bululawang Malang. Muktamar Jam'iyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyah yang ke 11 memang sudah berakhir Sabtu 14 Januari 2012 yang lalu dan telah ditutup resmi oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Sebelum menutup acara, Pak Menteri Hatta Rajasa sempat mampir di Stand Pameran Karya Vokasi
SMK dan Perhuruan Tinggi. Saat singgah di Stand SMK Al Munawwariyyah langsung saya sambut dengan antusias, saya mempersilahkan pak Menteri mencicipi Tahu Sehat buatan SMK Pesantren, SMK Al Munawwariyyah.
Awalnya Pak Hatta Rajasa ragu untuk mengambil irisan tahu, saya menduga pak menteri berpikir bahwa tahu itu masih mentah. Setelah KH. Maftuh Said (Pengasuh PP Al Munawwariyyah sekaligus Sohibul Bait acara Muktamar Thoriqoh ke 11) mengambil irisan tahu putih dan langsung melahapnya kemudian KH. Maftuh Said mempersilahkan Pak Mentri ikut mencicipi tahu SEHAT yang saya sajikan. Pak Menteri pun mengikuti apa yang dilakukan oleh Kyai. "enak... enak...." kata Pak Menteri.
Tuesday, January 17, 2012
Pak Menteri Hatta Rajasa Ikut Mencicipi Tahu Sehat
Wednesday, December 7, 2011
Membikin Sendiri Sate Tahu Nigarin

Minggu Pagi menjajal menu baru untuk sarapan, SATE TAHU NIGARIN, rasanya woow tidak kalah dengan sate langgananku... tampilannya mengundang selera ... gak percaya ???? coba sendiri di rumah, ayooooo cobaaa......
sumber lain yang ini juga bisa anda coba : http://aneka-resep2.blogspot.com/2010/04/sate-tahu.html
Sate tahu
Tahu selain kaya akan gizi, harganya juga ramah di kantong kita apalagi jika kita pandai mengolahnya, tahu bisa jadi hidangan yang menarik
- 250 gram tahu , potong dadu
- 4 sdm minyak goreng
- 1 btg serai
- 3 sdm tepung beras
- 1 sdm bawang goreng
- 3 lbr daun jeruk purut
- 1 lbr daun kunyit
- 1,5 gelas air
- merica bubuk secukupnya
- garam secukupnya
- tusuh sate secukupnya
Bumbu halus:
- 1 buah cabai merah
- 1/2 sdt jinten
- 1sdm ketumbar
- 1 ruas jahe
- 1 ruas lengkuas
- 1 ruas kunyit
- 2 siung bawang putih
- 4 siung bawang merah
- 3 buah kemiri
Cara membuat :
- panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum
- tambahkan air
- masukkan tahu, serai, daun jeruk, daun kunyit, garam dan merica, masak hingga bumbu meresap
- angkat, tiriskan, tusuk menjadi sate lalu dipanggang
- sisa air ditambahkan tepung beras laalu masak hingga mendidih dan mengental
- sajikan sate tahu, siram dengan bumbu kental dan taburan bawang goreng
Tuesday, December 6, 2011
Inspirasi Dua Ekor Burung
Awalnya memang agak nerves karena yang saya hadapi orang-orang yang dari segi keilmuan sudah mumpuni. Saya berpikir jangan-jangan saya akan 'nguyai segoro'. Saya coba opening materi dengan kisah sufi yang ketemu dengan dua ekor burung.
Ternyata materi awal ini menarik perhatian mereka, saya amati sebagian besar peserta kelihatan ingin tahu lebih lanjut tentang kisah sufi itu.
Ini kisahnya: Syaqiq al-Balkhisalah, sufi yang saleh, pergi berdagang dengan mengendarai Ontanya. Di tengah perjalanan, ia melihat burung yang lumpuh dan buta. Ia berpikir bagaimana burung itu dapat bertahan hidup?. Seketika itu pula ia melihat burung yang lain membawa makanan untuknya. Akhirnya, sang sufi yang saleh tersebut mengurungkan niatnya melanjutkan perjalanan untuk berdagang dengan anggapan burung buta dan lumpuh saja ada jaminan rezekinya apalagi manusia
Dalam perjalanan pulangnya ia berpikir bahwa bukankah Allah Maha pemberi rezeki? Bukankah ia Maha Kaya?. Bukankah Allah akan mengabulkan do’a-doa?. Rasanya Allah tidak akan membiarkan diriku dalam keadaan mati kelaparan
Kepulangan Syaqiq tersebut menimbulkan tanda tanya pada Gurunya, Ibrahim bin Adham yang juga seorang sufi besar. Mendengar penjelasan Syaqiq tentang burung yang lumpuh dan buta tersebut , Sang Guru Sufi, Ibrahim berkata, ''Aneh, engkau ini Syaqiq! Mengapa yang engkau contoh malah burung yang buta dan lumpuh, bukannya mencontoh burung lainnya yang suka memberi makan burung lumpuh itu?''
Syaqiq seketika tersadar bahwa ''tangan di atas'' lebih mulia daripada ''tangan di bawah''. Memberi sadaqah atau infak adalah tanda kemuliaan, sementara meminta-minta hanya akan membawanya ke lembah kehinaan.
Kemudian saya rangkai dengan filosofi orang bugis yang terkenal 'Tiba Sebelum Berlayar', coba saya floor ke audiens, ternyata belum banyak yang mengetahui. Filosofi para pendekar 'Menang Sebelum Bertanding' pun juga menjadi pelengkap materi. Selanjutnya dikaitkan dengan isi ayat empat surah 93 Adh Dhuha. Ayat ini adalah ayat tentang strategi mewujudkan set goal.
Di akhir pertemuan, ada sebagian peserta kurang puas, salah satu sebabnya ada gangguan pemadaman listrik, sehingga waktu presentasi terasa cukup singkat, dan cuaca yang cukup panas juga mengganggu konsentrasi acara. Sehingga ada peserta ingin mengundang lagi untuk lingkungan mereka sendiri.

Monday, October 17, 2011
Pelatihan Tahu Nigarin Dimana-mana Peserta Selalu Antusias





Sejak tiga bulan terakhir di tahun ini, 2011 pelatihan pembuatan tahu nigarin selalu mendapat sambutan yang hangat dari para peserta.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh KADIN Jatim dimaksudkan untuk pengembangan dan penguatan UMKM KADIN di Jawa Timur maupun untuk sosialisasi penerapan teknologi tepat guna.
Sedangkan Pelatihan yang dilakukan oleh IME - Inspiring Moslem Entrepreneur dimaksudkan agar tumbuh jiwa-jiwa mandiri, munculnya pengusaha-pengusaha muda, tumbuhnya pengusaha pemula yang tangguh.
Para peserta yang mengikuti pelatihan selalu tampak antusias, barangkali karena hal baru yang belum pernah diketahui sebelumnya. Bahkan para peserta yang punya latar belakang wirausaha tahu lokal (berbahan cuka untuk proses pengentalan) sangat penasaran dan heran melihat pembuatan tahu nigarin yang sangat cepat prosesnya.
Peserta pelatihan juga sangat terkesan, karena proses pembuatan tahu nigarin tidak menimbulkan bau juga tidak mengeluarkan limbah, serta tidak butuh tempat yang luas.
Soal rasa tahu nigarin, peserta selalu berkomentar jujur enak rasanya, gurih. Rasa dan aroma kedelainya masih bisa dibuktikan.
Monday, September 26, 2011
Tahu Nigarin Merambah Malang Selatan
Dari hari ke hari permintaan pelatihan pembuatan tahu nigarin terus bertambah. Permintaan pelatihan bisa datang dari pemerintah maupun swasta dan akhir-akhir ini permintaan juga datang dari perorangan.
Sasaran pelatihan meliputi pelajar, mahasiswa, santri pondok pesantren, para ustad maupun pengelola dan penanggung jawab ponpes, guru, karyawan, pengusaha UMKM, pra purna tugas, dan ibu rumah tangga.
Bagi sebagian besar orang kata 'NIGARIN' masih terasa asing, apalagi jika dirangkai dengan kata 'TAHU' - tahu nigarin, semakin menambah rasa keheranan, karena yang dikenal orang kebanyakan hanya TAHU saja, selebihnya yang diketahui oleh orang umum adalah tahu takwa (kediri) tahu Sumedang, lalu apa sih sebenarnya tahu nigarin itu?
Tahu Nigarin adalah tahu yang proses pembuatannya dengan menggunakan NIGARIN (Sari Air Laut). Biasanya tahu yang kita kenal selama ini proses pembuatannya menggunakan CUKA. Memang tahu yang dibuat dengan CUKA biayanya sangat murah. Tapi TAHU dengan cuka sangat boros air dalam proses pembuatannya. Limbahnya pun sangat mengganggu lingkungan sekitar. Dan yang sangat tidak dianjurkan efek cuka nya bisa menyebabkan asam lambung.
TAHU nigarin sangat hemat air, 1 kg kedelai hanya membutuhkan 7-10 liter air saja.
Tahu nigarin diproses tanpa limbah, tidak berbau, dengan demikian proses pembuatan tahu nigarin sangat ramah lingkungan. Bahkan ampasnya masih bisa dijadikan lauk pauk tinggal membumbuhi seperti bumbu perkedel. Atau ampasnya bisa dijadikan makanan ternak.
Selama Ramadhan kemarin tahu nigarin telah disosialisaikan ke kota-Kabupaten di Jawa Timur. Tadi pagi Pelatihan Kewirausahaan dan dilanjutkan proses pembuatan tahu nigarin di Aula Kemenag Kab. Malang bagi santri pondok pesantren di wilayah Kab. Malang.
Sore tadi saya bersama Tim mengenalkan proses pembuatannya di Desa Sumber Kotes Kec. Gedangan Kab. Malang. Sesampai di rumah sudah ditunggu temannya temen saya yang sudah biasa produksi tahu cuka. Dia kepingin tahu bagaimana proses pembuatan tahu nigarin.











